Alexis Sanchez bisa Berkhianat ke Chelsea

Alexis Sanchez bisa Berkhianat ke Chelsea Arsenal menjual Alexis Sanchez ke Chelsea bukan sesuatu yang mustahil, meski keduanya berstatus rival di Liga Primer, demikian menurut salah seorang pemain The Gunners, Paul Merson. Menurutnya, jika klub tak mampu finish di empat besar, maka pemain Chile bakal hengkang.

Spekulasi kepindahan Alexis Sanchez dari Arsenal kembali menggema, Penyerang Internasional Chile tersebut dirumorkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Bahkan, klaim terbaru meyakini bahwa eks Barcelona tersebut bakal bersedia berkhianat ke salah satu rival sekota Arsenal, Chelsea.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini masa depan Sanchez di Emirates memang diperbincangkan sejumlah media Inggris. Sejumlah klub dikaitkan dengan mantan pemain Barcelona tersebut, mulai dari Bayern Munchen, Juventus, Paris Saint-Germain dan beberapa klub besar Eropa lainya. Namun, mantan pemain Arsenal, Paul Merson, justru meyakini bahwa Sanchez bisa berkhianat ke klub Rival Sekota, Chelsea.

“Menurut saya, Sanchez akan meninggalkan Arsenal pada musim panas nanti, jika memang mereka berhasil menembus Liga Champions, dia akan bertahan, tapi jika tidak, Sanchez mungkin tidak akan bertahan. Saya tahu cara kerja Arsenal, jadi tidak ada alasan mereka tidak melepas Sanchez jika mereka bisa mendapatkan 50 juta Poundsterling dari penjualannya musim panas ini.”

“Arsenal tidak akan ragu melepasnya ke Chelsea, jika mereka mendapatkan 50 Juta pounds dari penjualan tersebut, maka saya rasa Arsenal tidak akan menahan kepergiannya, dia tidak membiarkan sang pemain pergi secara percuma, Orang bilang ‘Oh, mereka tidak akan menjualnya ke Chelsea’, tapi mereka melepas Van Persie ke Manchester United jadi mereka tidak akan repot dengan hal itu. ”

“Ya, menurut saya dia akan bergabung dengan Chelsea, dan dia adalah pemain kelas dunia yang akan fit dengan The Blues. Jika mereka dapat merekrut Sanchez seharga 50 Juta Poundsterling, dan mereka akan mendapatkan 100 juta Pounds dari penjualan Hazard, saya pikir itu bisnis bagus.” kata Merson kepada Sporting Life.

Pemain RB Leipzig Ini Ingin Sukses seperti Messi

Pemain RB Leipzig Ini Ingin Sukses seperti Messi Naby keita menganggap bahwa Lionel Messi adalah pemain terbaik dunia saat ini, dan dia ingin mencapai sukses seperti yang dicapai pemain Argentina tersebut. Namun, untuk sekarang ini, gelandang berusia 22 tahun sepenuhnya fokus pada penampilannya bersama Leipzig.

Pemain termahal RB Leipzig Naby Keita berhasil menjadi sorotan sejumlah raksasa Eropa menyusul performa gemilangnya bersama dengan klub Bundesliga Jerman tersebut. Sang pemain sendiri ternyata memiliki ambisi untuk bisa menjadi pemain sukses seperti bintang Barcelona, Lionel Messi.

Memang harus diakui, pemain berusia 22 tahun tersebut tampil mengesankan bersama dengan RB Leipzig sejak didatangkan dari Salszburg pada musim panas kemarin. Gelandang internasional Guinea ini telah mencetak enam gol dan delapan assist dalam 23 penampilan liga di klub baru dan sukses menarik perhatian sejumlah klub elite Eropa.

Lewat pernyataan terbarunya, sang pemain mengaku senang dengan peningkatan yang dia alami, namun tahu tahu persis bagaimana masa depannya nanti. Dia juga mengaku ingin sukses seperti Bintang Barcelona, Lionel Messi. Tapi, Keita juga sadar bahwa untuk sukses seperti Messi, membutuhkan sebuah proses yang tidak singkat.

“Saya sendiri tidak tahu persis dengan masa depan saya, tapi saya ingin terus meningkat. Saya melihat hidup dan karier saya sebagai tangga yang ingin saya daki selangkah demi selangkah,”

“Saat ini saya relatif kecil, pesepakbola tidak penting, tapi saya ingin tumbuh dan sukses. Saya bermimpi menjadi pemain terbaik di Afrika, dan suatu hari nanti di dunia. Lionel Messi menurut saya adalah pemain terbaik di dunia saat ini, dan saya ingin meraih sukses seperti dirinya.” kata Keita kepada laman resmi Bundesliga.

Paco Alcacer Tak Kecewa Meski Jarang Dimainkan

Paco Alcacer Tak Kecewa Meski Jarang Dimainkan Mantan pemain Valencia itu mengaku bahagia bisa membantu timnya (Barcelona) dengan cara apapun, termasuk turun dari bangku cadangan. Saat pelatih memintanya untuk bermain dari bangku cadangan, maka Alcacer akan melakukannya dan berusaha memainkan performa terbaik.

Paco Alcacer, penyerang anyar Barcelona ini angkat bicara mengenai situasinya bersama dengan Raksasa Catalan, dimana sejak bergabung, yang bersangkutan selalu diturunkan dari bangku cadangan. Mungkin terlihat sulit, tapi Alcacer sama sekali tidak mempermasalahkannya.

Striker berusia 23 tahun tersebut direkrut Blaugrana dari Valencia di awal musim 2016/17 dengan tujuan menambah kualitas dan kedalaman lini depan. Namun, Alcacer tak mampu menunjukkan dampak besar sejauh ini dan kesulitan menggusur eksistensi trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar.

Ya, jatahnya bermain hanya sebatas sebagai pemain pengganti, turun dari bangku cadangan, seperti saat berhadapan dengan Granada akhir pekan kemarin yang berkesudahan dengan skor 1-4, dimana dalam laga tersebut, Alcacer turut menyumbang satu gol kemenangan bagi tim tamu.

Terkait dengan jatahnya yang lebih sering turun sebagai pemain cadangan, mantan pemain Valencia itu mengaku tidak masalah, karena keinginannya adalah membantu klub dengan cara apapun, termasuk dengan cara turun dari bangku cadangan.

“Saya bahagia bisa membantu tim dengan cara apa pun yang saya bisa, Pelatih meminta saya untuk masuk dari bangku cadangan dan itulah yang saya lakukan. Setiap pemain di skuat harus selalu siap jika diminta untuk bermain.” Demikian kata Alcacer sebagaimana dilansir Marca.

Sebagai informasi, musim ini, Alcacer telah mengoleksi tak kurang dari empat gol dari 19 penampilannya bersama dengan Barcelona, tujuh diantaranya sang pemain turun sebagai starter.

Ini Alasan Cristiano Ronaldo Pilih Nomor Punggung 7

Ini Alasan Cristiano Ronaldo Pilih Nomor Punggung 7 Diungkapkan oleh pemain Portugal, bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak berencana untuk menggunakan nomor punggung tersebut, namun karena Sir Alex Ferguson memintanya mengenakan nomor 7, akhirnya Cristiano Ronaldo tidak bisa menolak dan terus menggunakan nomor tersebut sampai sekarang.

Cristiano Ronaldo, pentolan Real Madrid ini dikenal dengan sebutan CR7, mengacu pada nomor punggung 7 yang dia kenakan sejak masih berseragam Manchester United sampai sekarang. Tahukah anda apa alasan dibalik keputusan Pemain Portugal memilih nomor punggung tersebut?

Kita semua tahu, Ronaldo memulai karirnya bersama dengan Sporting Lisbon, kemudian dia bergabung dengan Manchester United pada tahun 2003. Setelah bermain selama beberapa tahun dengan United, barulah Cr7 mengenakan nomor punggung 7. Nah, ternyata adalah pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson yang meminta sang pemain untuk mengenakan nomor punggung yang dikenal ‘keramat’ dalam sejarah Manchester United.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Bintang Real madrid lewat wawancaranya dalam sebuah acara Promosi.

“Lihat, saya ingin Anda memakai jersey No.7, Saya kaget karena saya tahu semua pemain besar yang memakai jersey tersebut.” Demikian cerita Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo memang mencicipi kesuksesan dalam karirnya sejak masih berkostum Manchester United, puncaknya adalah saat yang bersangkutan memenangkan Ballon d’Or di tahun 2009.

“Itu awal kesuksesan saya di sepakbola. Saya tidak hanya meningkatkan skill sepakbola, tapi juga fisik. Dalam lima tahun di sana, saya belajar seni sepakbola. Kami memenangkan banyak hal bersama. Itu sebuah mimpi bagi saya.” Tandasnya.

Sejauh ini, Cristiano Ronaldo sudah mengoleksi empat trofi Ballon d’Or, tiga diantaranya diraihnya bersama dengan Real Madrid.

Dikalahkan Sampdoria, Stefano Pioli Sebut Inter tidak Kompak

Dikalahkan Sampdoria, Stefano Pioli Sebut Inter tidak Kompak Menurut sang manajer, para pemainnya dalam laga tersebut tampil secara individual, bukan sebagai tim, sehingga keegoisan masing-masing individu membuat mereka telan kekalahan di kandang sendiri. Pioli juga menganggap timnya bermain kurang tenang.

Inter Milan secara mengejutkan telan kekalahan di kandang sendiri saat menjmu Sampdoria dalam lanjutan Serie A Italia akhir pekan kemarin. Selepas pertandingan tersebut, pelatih La Beneamata, Stefano Pioli menganggap bahwa timnya bermain kurang kompak sepanjang laga.

Bermain di kandang sendiri, Giuseppe Meazza, pada selasa dinihari WIB (04/04), Inter Milan dikejutkan oleh dua gol yang dicetak tim tamu Sampdoria, sebagaimana pertandingan yang berakhir dengan skor akhir 1-2. Danilo D’Ambrosio berhasil membawa Nerazzurri unggul duluan, tapi Patrik Schick dan Fabio Quagriela mengunci kemenangan Samp. Al hasil, Inter mendulang nol poin dan tak meninggalkan peringkat ke-5 di klasemen sementara.

“Jadi, sampai Sampdoria menyamakan kedudukan tim ini bermain bagus, mengurung lawan Anda bukanlah hal yang mudah. Setelah hasil imbang kami mulai terpecah, dan nyaris kembali unggul, tapi kami seharusnya bisa bermain sebagai tim. Hal tersebutlah yang menjadi penyesalan kami.”

“Jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain secara individual, tim akan menderita. Samp memberikan banyak ruang di sayap dan tak terlalu banyak di tengah. Kami bisa memanfaatkan hal tersebut dengan baik, namun kami beberapa kali gagal melakukan umpan silang.”

“Samp juga mendapatkan kesempatan pada akhirnya, di mana seharusnya kami lebih berhat-hati. Kami selalu berpikir kemenangan dalam pertandingan tadi, namun faktanya hal tersebut adalah penyebab utama kami bermain tidak tenang,” ungkap mantan pelatih Lazio itu.

Diego Simeone Sanjung Perkembangan Yannick Carrasco

Diego Simeone Sanjung Perkembangan Yannick Carrasco Menurut pelatih asal Argentina, atletico Madrid memang membutuhkan pemain seperti Carrasco, pemain yang memiliki kecepatan dan bagus dalam situasi One-on-One. Simeone beranggapan bahwa eks pemain AS Monaco tersebut telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Yanncik Ferreira Carrasco mendapat sanjungan spesial dari Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid tersebut mengatakan bahwa pemain Internasional Belgia tersebut mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak bergabung dengan Tim Arahannya.

Sebagaimana diketahui, Carrasco ditebus dari AS Monaco pada bursa transfer musim panas tahun 20 Juta Euro, dari AS Monaco dengan banderol 20 Juta euro. Sempat kesulitan di musim pertamanya, dan kerap jadi ’korban’ kebijakan Rotasi, namun sekarang Carrasco terus menampilkan performa terbaik. Pelatih Diego Simeone pun menganggap bahwa sang pemain sudah berkembang dengan sangat pesat sejauh ini.

“Musim lalu sedikit gol dan assist, ia tidak memiliki penampilan berkelanjutan di lapangan, kurang intensitas dan juga ketika memenangkan kembali bola. Sejak saat itu ia mengalami peningkatan pesat. Itulah alasan kenapa kami membutuhkan seorang pemain dengan skill yang berbeda dengan rekan-rekan timnya, karena ia memiliki kecepatan dan bagus dalam one-on-one dan bisa melakukan tendangan jarak jauh dengan bagus. ”

“Jelas dia telah mencetak banyak gol musim ini, dan tentu saja saya berharap dia terus mencatatkan performa seperti ini. Kami butuh itu. Ia pemain sangat penting untuk kami. Jadi kami harap ia dapat melanjutkan performa seperti ini tahun ini dan ia bisa memiliki tahun bagus lainnya.” Demikian ujar Diego Simeone kepada reporter.

Sebagaimana diketahui, atletico Madrid dalam waktu dekat akan berhadapan dengan Leicester City pada leg pertama babak perempat final Liga Champions Eropa, sementara di ajang La Liga mereka saat ini menempati peringkat ke-3.

Ronald Koeman Incar Kemenangan di Old Trafford

Ronald Koeman Incar Kemenangan di Old Trafford Menurut manajer asal Belanda, Everton tengah berkembang dengan baik, dan cara membuktikan kualitas salah satunya adalah dengan cara memenangkan pertandingan yang akan berlangsung di Old Trafford Stadium tengah pekan nanti, dan Koeman yakin timnya mampu melakukan hal tersebut.

Manchester United akan menjamu Everton dalam lanjutan premier League tengah pekan ini. Kendati laga tersebut akan berlangsung di Old Trafford Stadium , namun pelatih Everton, Ronald Koeman tetap menargetkan kemenangan dan membawa pulang tiga poin.

Sebelumnya, Everton kalah dalam laga derby Marseyside yang berlangsung di markas Liverpool, hal ini tentu saja membuat mereka menargetkan tiga angka dalam lanjutan Premier League tengah pekan ini melawan Manchester United. Sang manajer percaya diri akan peluang tersbeut, karena faktanya, Setan Merah tampil kurang baik setiap kali bermain di kandang sendiri.

“tentu saja saya ingin mengemas kemenangan dalam laga nanti, Pertama-tama, tentu saja, kami ingin tiga angka namun kami ingin Everton tampil baik, dan itu mungkin. Kita tahu Man United sedikit kesulitan di kandang, dengan mereka tidak banyak mencetak gol dan mereka adalah tim berbeda dari Liverpool yang kita hadapi kemarin.”

“Sebuah musim berjalan itu bukan hanya mengenai hasil akhir yang anda dapat. Tim ini tampil baik, tim ini sedang berkembang dan langkah berikutnya adalah bermain dan menunjukkan kualitas serta tampil berani di stadion seperti Old Trafford, karena jika kami mencapai level kami, kemudian kami harus mampu membuat repot setiap lawan kami,” kata Koeman kepada Everton TV.

Jika berhasil memenangkan pertandingan tersebut, maka secara otomatis Ronald Koeman menjadi satu-satunya manajer yang berhasil mengemas kemenangan di old Trafford dalam tiga pertemuan terakhir dengan United secara beruntun.

Danny Blind Dipecat, Van Gaal Kritik Para Pemain Belanda

Danny Blind Dipecat, Van Gaal Kritik Para Pemain Belanda Menurut mantan manajer Manchester United itu, bukan Danny Blind yang patut disalahkan atas buruknya performa Timnas Belanda belakangan ini, melainkan para pemain. Dan menurut Van Gaal,harusnya para pemain lah yang mendapatkan kritik dari publik.

Danny Blind, ayah kandung Daley Blind ini menjadi pihak yang disalahkan atas performa buruk timnas Belanda dalam beberapa pertandingan terakhir, yang kemudian berujung pemecatan. Terkait hal ini, Mantan manajer De Oranje, Louis Van Gaal justru mengkritik para pemain .

Sebagaimana diketahui, Danny Blind didepak dari kursi manajer tak lama setelah kekalahan mengejutkan yang ditelan tim Nasional Belanda dalam laga mleawan Bulgaria. Pertandingan bertajuk lanjutan babak kualifikasi Piala dunia 2918 tersebut berkesudahan dengan skor akhir 2-0 kekalahan Belanda.

Tak ayal, hasil tersebut membuat Danny Blind menjadi sorotan publik, pasalnya di laga-laga sebelumnya, belanda juga menelan hasil yang mengecewakan. Hanya saja, Van Gaal yang terakhir menangani Manchester United menilai tak adil jika hanya menjatuhkan tekanan hanya pada Blind atas adanya rentetan hasil negatif.

“Harusnya Blind hanya menerima beberapa kritikan saja dari performa buruk Timnas, karena yang utama dibalik performa itu adalah para pemain. Justru, mereka sama sekali tidak pernah mendapatkan kritik.” ujarnya kepada De Telegraaf.

Menurut kabar yang terdengar, mantan pelatih Manchester United ini juga menjadi saah satu kandidat penerus Danny blind, selain juga disiapkan oleh Federasi Belanda (KNVB) untuk menempati posisi direktur sepakbola. Terkait hal tersebut, Van Gaal kemudian angkat bicara.

“Ini merupakan bagian dari struktur KNVB, tapi jika mereka butuh untuk mencari pelatih terlebih dahulu. Kembali menangani timnas? Saya baru akan menjawab hal tersebut jika mereka (KNVB) menjawab pertanyaan saya terlebih dahulu.” Sambungnya.

Brendan Rodgers Bicara Soal Rumor Tangani Arsenal

Brendan Rodgers Bicara Soal Rumor Tangani Arsenal Diungkapkan oleh mantan pelatih Liverpool tersebut mengaku punya keinginan untuk kembali berkarir di Premier League pada masa yang akan datang. Tapi, pada saat yang bersamaan, Rodgers juga mengaku fokus sepenuhnya pada Celtics untuk sekarang ini.

Masa depan Arsene Wenger di Emirates Stadium terus menjadi perbincangan sejumlah media Inggris belakangan ini. Sejumlah kandidat suksesor pelatih asal Prancis di arsenal mulai bermunculan , dan salah satu kandidat yang santer diperbincangkan adalah eks pelatih Liverpool, Brendan Rodgers.

Memang harus diakui, masa depan Arsene Wenger terus diperbincangkan, tak lain hal ini mengingat situasi pelik yang dialami Arsenal belakangan ini. Mereka tak hanya sekedar tersingkir dari ajang Liga Champions Eropa namun juga terancam tidak menembus kompetisi tahunan tersebut musim depan.

Rodgers membawa Celtic juara liga Skotlandia di musim pertamanya, sehingga namanya kembali menjadi headline setelah dipecat Liverpool pada 2015 silam. Tapi saat wawancara dengan talkSPORT terkait kemungkinan menjadi suksesor Wenger, mantan juru taktik Swansea City tersebut ternyata tidak berencana kembali berkarir di Premier League dalam waktu dekat, namun tak menutup peluang tersebut di masa yang akan datang.

“Suatu saat nanti saya akan kembali ke Liga Primer , dan saya juga tidak menutup peluang menangani klub Luar Negeri. Tapi saat ini, fokus saya hanya untuk Celtic. Saya senang di sini, saya mencintai kehidupan di sini dan saya ingin terus membangun klub dan melanjutkannya dengan kesuksesan.”

“Mungkin saya, anda menilai saya sangat ambisius beberapa tahun lalu, saat menangani Liverpool. Saya masih ambisius sekarang tapi berada di Celtic membuat Anda melakukan penilaian kembali. Bagaimanapun anda harus melihat apa yang anda miliki.” Demikian kata Rodgers kepada Reporter.

Ancelotti Bicara Soal Rumor Transfer Paulo Dybala

Ancelotti Bicara Soal Rumor Transfer Paulo Dybala Menurut mantan manajer Real Madrid, cerita kepindahan youngster Argentina dari Juventus menuju Bayern Munchen pada musim panas mendatang adalah sebuah dongeng yang tidak mungkin terjadi, dan Bayern tidak punya waktu untuk memikirkan dongeng tersebut.

Carlo Ancelotti, manajer Bayern Munchen ini akhirya angkat bicara mengenai rumor kedatangan pemain muda Argentina, Paulo Dybala pada bursa transfer musim panas mendatang. Nah, manajer asal Italia sendiri berpendapat bahwa transfer Dyabala adalah hal yang sulit direalisasikan.

Spekulasi yang mengaitkan Bayern dengan pemain timnas Argentina ini muncul setelah chief executive Karl-Heinz Rummenigge menyebut Dybala sebagai pemain yang ia suka, dalam sebuah wawancara dengan media Italia akhir pekan kemarin.

CEO Klub tersebut mengatakan bahwa sulit untuk mendatangkan pemain bintang di era sepakbola modern seperti sekarang ini, dan dia mengungkap bahwa Paulo Dybala adalah salah satu pemain yang ingin dia daratkan ke Allianz Arena. Namun, Ancelotti merasa kepindahan penggawa 23 tahun itu sulit direalisasikan.

“Saya harus katakan bahwa Dybala memang merupakan pemain yang bagus, namun cerita transfer ini hanya dongeng. Saat ini, kami sepenuhnya fokus pada pertandingan yang kami mainkan, nanti, hasil akhir akan mengikutinya. Kami tidak punya waktu tuntuk memikirkan dongeng ini.” ujar Ancelotti dalam konferensi pers jelang duel dengan Hoffenheim.

Dybala sendiri memang tampil gemilang bersama dengan Juventus sejak didatangkan dari Palermo seharga 40 Juta Euro pada bursa transfer musim panas tahun 2015 lalu dari Palermo. Musim ini, pemain berusia 23 tahun itu kembali mencatatkan performa gemilang bersama dengan Bianconneri.

Sementara Bayern Munchen berada di ambang trofi juara bundesliga jerman untuk kali kelima secara beruntun.